Rumah itu bernama Jaguar

Pagi di tahun 1975.
Seorang Mahasiswa Kedokteran yang tak banyak bicara itu tiba-tiba mencetuskan sebuah kredo. Ia yang sekian lama resah dengan makin tergerusnya anak-anak muda dengan Pop Culture Barat, perilaku hedonia proletar kampungan, memutuskan : Sudah saatnya membuat sebuah wadah bagi libido kreativitas mereka agar vandalsm tidak berbiak, dan potensi yang laten bisa menemukan artikulasi.
Baca lebih lanjut

Iklan

PROFIL KOMUNITAS JAGUAR


  • Jaguar menapak dari bawah. Semula, malah bukan membikin teater, melainkan sekedar wadah yang hendak memberikan alternatif aktifitas yang konstruktif. Selebihnya, lebih banyak bersandar pada kewallahu a’laman-Nya.
    Baca lebih lanjut